8 Tokoh Dominan di Industri Properti Indonesia

Avatar

By Metland Cikarang

Industri properti di Indonesia sedang berada dalam fase pemulihan, dan ini menjadi berita baik bagi para tokoh dominan di sektor ini. Mari kita kenali lebih dekat delapan tokoh yang telah mengubah lanskap real estat di Indonesia:

Keluarga Widjaja

Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Land, telah meninggalkan warisan bisnis yang mencakup berbagai sektor, termasuk kertas, agribisnis, makanan, jasa keuangan, telekomunikasi, energi, infrastruktur, pengembangan dan real estat. Keluarga Widjaja saat ini memiliki kekayaan yang mencapai US$ 10,8 miliar. Mereka terus mempengaruhi industri properti melalui berbagai proyek pengembangan dan real estat.

Keluarga ini memiliki kepentingan di berbagai sektor, termasuk kertas, real estate, jasa keuangan, kesehatan, agribisnis dan telekomunikasi. Mereka juga memiliki aset di beberapa perusahaan Sinar Mas, dengan total aset mencapai Rp737 triliun.

Mochtar Riady

Sebagai pendiri Lippo Karawaci, Tbk. (Lippo Group), Mochtar Riady telah membangun kerajaan bisnis yang mencakup hunian, kota mandiri, apartemen, hotel, rumah sakit, mall, dan kawasan industri. Kekayaannya mencapai US$ 1,45 miliar. Grup Lippo terus berinovasi dalam pengembangan properti, termasuk proyek besar seperti Kota Baru Meikarta di Bekasi.

Dengan dua perusahaan besar di bidang properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Mochtar Riady telah membangun kerajaan bisnis yang beragam dan terintegrasi.

Dr. Ciputra

Pendiri dan ketua PT Ciputra Development, Dr. Ciputra memulai bisnis propertinya dari nol dan kini memiliki kekayaan sebesar US$ 1,25 miliar. Dengan proyek-proyek yang tersebar di banyak kota besar di Indonesia, Ciputra telah meninggalkan jejak yang signifikan di industri properti.

Dengan beberapa perusahaan properti seperti PT Pembangunan Jaya Tbk, Metropolitan Group, dan Ciputra Group, Dr. Ciputra telah meninggalkan jejak yang signifikan di industri properti Indonesia.

Alexander Tedja

Dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya, Alexander Tedja, pemilik Pakuwon Group, memiliki kekayaan senilai 1,2 miliar dollar AS. Grup Pakuwon adalah pemilik dari Mal Pakuwon, pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia saat ini.

Dengan Grup Pakuwon, Alexander Tedja telah membangun beberapa pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, termasuk Mal Pakuwon dan Tunjangan Plaza.

Trihatma Kusuma Haliman

Sebagai pemilik Agung Podomoro Land, Trihatma Kusuma Haliman telah mengembangkan berbagai proyek properti, termasuk hotel, apartemen, dan resor. Kekayaannya mencapai Rp6,98 triliun.

Dengan Agung Podomoro Land, Trihatma telah mengembangkan berbagai proyek properti besar, termasuk hotel, apartemen, dan resor.

Osbert Lyman

Bos dari Lyman Grup, Osbert Lyman, yang bergerak di bidang bisnis real estate, kelapa sawit, dan kayu, memiliki kekayaan mencapai US$800 juta. Dengan Lyman Grup, Osbert Lyman memiliki saham di gedung perkantoran Wisma 46 dan hotel Shangri-La.

Soetjipto Nagaria

Pendiri dan pengembang Group Summarecon Agung, Soetjipto Nagaria, telah mengubah lanskap properti Indonesia. Kekayaannya mencapai US$400 juta. Dengan Group Summarecon Agung, Soetjipto Nagaria telah membangun dan mengembangkan beberapa proyek properti besar di Indonesia.

Haryanto Tirtohadiguno

Pendiri PT Alam Sutera Realty Tbk, Haryanto Tirtohadiguno, telah mengembangkan dan mengelola berbagai proyek, termasuk perumahan, area komersial, hingga area hiburan dan rekreasi. 

Dengan PT Alam Sutera Realty Tbk, Haryanto Tirtohadiguno telah mengembangkan dan mengelola berbagai proyek, termasuk perumahan, area komersial, dan area hiburan dan rekreasi.

Dengan pemulihan sektor properti, para tokoh ini diharapkan dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka tidak hanya membangun struktur fisik, tetapi juga membentuk lanskap ekonomi dan sosial negara ini. Dengan kekayaan dan pengaruh mereka, mereka memiliki peluang untuk membawa perubahan positif dan berkelanjutan dalam industri properti Indonesia.

Tinggalkan komentar