Inilah 10 Alasan Mengapa Dinding Retak Terjadi, Waspada!

Avatar

By Metland Cikarang

Tertarik untuk Mengetahui Akar Penyebab Retak pada Dinding Anda? Terdapat Beragam Potensi Penyebab, dari Isu Kosmetik hingga Masalah Serius yang Perlu Anda Waspadai.

“Mengapa Terjadi Retakan pada Dinding?

Penyebab Retakan pada Dinding yang Perlu Diketahui:

1. Bangunan Baru

Pada bangunan baru, retakan mungkin muncul saat fondasi mengendap. Ini biasanya retakan halus yang dapat diperbaiki dengan pasta spackling dan cat ulang.

2. Bangunan Tua

Bangunan lama dapat mengalami pergeseran struktural seiring waktu. Retakan harus diperiksa apakah berasal dari permasalahan struktural atau kelembaban.

3. Penyusutan Plester

Penyusutan plester adalah penyebab umum retakan pada dinding. Ini terjadi saat plester mengering dan mengeras. Permasalahan ini dapat diperbaiki dengan mengurangi waktu pengeringan plester.

4. Kelembaban

Lembab dapat menyebabkan retakan, terutama setelah hujan lebat atau banjir. Retakan ini dapat memunculkan masalah lembab lebih lanjut.

5. Keretakan Langit-langit

Masalah dengan langit-langit bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk plester yang gagal dan gerakan struktural.

6. Akar Tumbuhan

Akar tumbuhan yang menjalar di bawah rumah dapat menyebabkan keretakan. Solusi terbaik adalah mengelola pohon.

7. Gempa dan Getaran

Gempa bumi atau getaran kuat dapat menyebabkan retakan pada bangunan.

8. Penurunan

Penurunan tanah di bawah bangunan bisa menjadi masalah serius yang menyebabkan retakan.

9. Renovasi

Perubahan besar pada rumah, seperti pemindahan atau penggantian dinding, bisa menyebabkan retakan.

10. Tanaman Rambat

Tanaman rambat dapat menjadi penyebab retakan pada dinding. Jika masalah muncul, tanaman yang mengganggu harus diatasi.

Cara Sederhana untuk Mengatasi Retakan pada Dinding dan Langkah-langkahnya:

  1. Dalam mengatasi dinding retak adalah membersihkan permukaan cat terlebih dahulu. Sebelum memulai proses perbaikan dinding retak, penting untuk membersihkan permukaan dinding terlebih dahulu. Gunakan kain lembap untuk mengelap dinding dan pastikan menghilangkan paku dan jamur yang dapat menghambat proses perbaikan.
  2. Menggunakan amplas untuk menghaluskan permukaan dinding. Setelah membersihkan cat yang ada, gunakan amplas kasar hingga mencapai permukaan acian tembok yang terlihat. Setelah itu, lakukan pembersihan lanjutan dengan menggunakan lap basah untuk menghilangkan debu dan menjaga tembok tetap lembap.
  3. Langkah dalam mengatasi retakan pada dinding adalah dengan mengaplikasikan wall filler pada retakan tersebut. Setelah menyelesaikan kedua langkah sebelumnya, saatnya untuk memperbaiki dinding. Gunakan semen khusus yang disebut wall filler, aplikasikan pada retakan dinding, dan biarkan material wall filler mengering sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya.
  4. Aplikasikan cat plamir pada dinding.Untuk menyelesaikan perbaikan dinding retak secara menyeluruh, lapislah dinding dengan cat plamir. Dalam perbedaan dengan cat tembok konvensional, cat plamir bukanlah untuk tujuan pewarnaan dinding, melainkan digunakan untuk meratakan permukaan dinding dan berfungsi sebagai dasar sebelum dinding diwarnai ulang dengan cat biasa. Proses ini sangat penting untuk memastikan lapisan penutup dinding yang kuat dan mencegah terbentuknya retakan lagi.
  5. Langkah terakhir dalam mengatasi dinding yang retak. Langkah akhir dalam mengatasi retakan pada dinding adalah melakukan pengamplasan untuk mencapai permukaan yang lebih halus. Setelah itu, pastikan untuk mewarnai kembali dinding dengan cat agar dinding kembali tampak rata dan sempurna.

Jika Anda menghadapi retakan dinding yang lebih besar atau kompleks, disarankan untuk mencari bantuan dari seorang profesional konstruksi atau arsitek untuk mengevaluasi situasi dan menemukan solusi yang sesuai.

Tinggalkan komentar